yez I am

Jumat, 06 Januari 2012

A letter from God

Tetaplah berlari !

AnakKu yang terkasih, Aku hampir tidak percaya ketika membaca suratmu. Bukankah baru beberapa minggu yang lalu engkau berjanji tidak akan menyerah? Aku tahu, mungkin minggu-minggu ini terasa sangat sulit bagimu, tapi, anakKu, kuatkan hatimu. Tetaplah berlari dalam track yang sudah kusediakan karena Aku tahu yang terbaik bagimu. Bila kau merasa lelah, berhentilah sejenak, ambil roti dan air hidup yang PutraKu telah tawarkan dan makanlah. Aku yakin, setelah kau mendapatkan keduanya, kau akan merasa segar kembali. Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan mulai langkahkan kakimu untuk bergerak maju. Fokuskan pandanganmu pada apa yang ada di depanmu, pada tujuan yang kau miliki, yaitu menyelesaikan perlombaan dan menjadi juara.

Buanglah kemarahan dan sakit hati yang menghantui pikiranmu. Amarah dan sakit hati itu tidak ada gunanya, hanya menguras tenaga dan menghambatmu mencapai tujuan. Terkadang Aku mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi karena Aku ingin melatihmu. Aku ingin kaki-kakimu menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Dengan begitu engkau dapat berlari dengan lebih cepat. Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, berdirilah tegap, dan punyailah mental seorang pemenang. Seorang pemenang, bukan dilihat dari berapa kali ia sukses meraih gelar juara. Di mataKu, seorang pemenang adalah seorang yang tidak pernah menyerah terhadap kegagalan, yang mau bangkit setiap kali ia jatuh. Karena itu, jangan pernah menyerah ketika kau jatuh tersandung kerikil-kerikil di sepanjang jalanmu. Jangan pula kau merasa malu terhadap dirimu sendiri. Angkat kepalamu dan teruskan perjalananmu mencapai finish.

Ketika pertandingan dimulai, Kuharap kau bisa mengacuhkan omongan orang-orang yang menonton di bangku stadion. Jangan merasa sombong karena pujian atau karena kau diunggulkan. Pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut mereka terkadang hanya sekedar basa-basi di depan para juara. Tak jarang, kata-kata manis itu akan segera berubah menjadi kritikan pedas dan kecaman ketika para juara itu gagal. Karena itu, kau juga tidak perlu risau ketika mendengar pernyataan-pernyataan skeptis yang mengatakan engkau pasti kalah. Kau bukan bertanding atas kemauan mereka. Kau juga tidak hidup berdasarkan omongan mereka. Pelari yang berpengalaman tahu akan hal itu. Karena itu, tidak usah pusing dengan perkataan-perkataan mereka. Fokuskan pikiranmu pada tujuan yang semula, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain, tapi untuk menyelesaikan pertandingan. Aku, Pelatihmu, tidak pernah meragukan kemampuan yang kau miliki. Aku tahu seberapa besar potensi yang ada padamu dan Aku tahu kau pasti bisa mencapai garis finish dengan gemilang.
Selamat berjuang anakKu, Aku menunggumu di garis finish.


Yang mengasihimu,
Bapamu, Pelatihmu, Sahabatmu, Penonton setiamu

Tuhan.

Selasa, 03 Januari 2012

Think Like A Man, Act Like A Lady

Padahal, konon wanita punya kemampuan multi-tasking, sedang pria hanya bisa fokus pada satu masalah. Men From Mars and Woman from Venus? Jangan terjebak pada stereotype! Wanita harus belajar dari perbedaan. Kadang, hal ini menjadi hambatan. Berpikirlah seperti pria, namun tetap bersikap bagai puteri.

The differences between us

Bertahun-tahun lalu, nenek moyang kita telah melakukan pembatasan kemampuan antara sebagai pria dan wanita. Sejak dulu, para pria terbiasa melakukan yang sifatnya fokus serta transendence atau berorientasi pada dunia di luar dirinya. Sedang, wanita cenderung berorientasi ke dalam dirinya sendiri. Misalnya, ketika seorang pria bermain bola, mereka lebih mementingkan agar kehebatannya dilihat orang lain. Sedang, wanita saat bercermin, cenderung memberi penilaian terhadap dirinya.

Kenali cara hormon bekerja

Lantas, apakah otak serta hormon juga mempengaruhi perbedaan antara keduanya? Selama ini, orang berpikir bahwa pria lebih logis karena otak kirinya lebih berperan, sedang perempuan lebih intuitif karena otak kanannya yang lebih berperan. "Pada dasarnya tidak ada hubungan antara hormon dengan perbedaan pola pikir antara pria dan wanita. Yang ada justru pola asuh, pola didik, serta lingkungan yang membentuknya," jelas Dr. Suryo Dharmono, pengajar dari Departemen Psikiatri RSCM, Jakarta.

Pada dasarnya, tentu secara fisik perbedaan antara wanita dan pria bisa Anda lihat. Namun, jika lebih dalam, hormon serta otak antara wanita dan pria pun banyak berbeda. Hormon sangat berperan pada tubuh wanita adalah estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini yang membuat payudara membesar dan suara menjadi lebih tinggi. Sedangkan pada pria, hormon yang paling mendominasi adalah hormon testosteron, ini menyebabkan pria memiliki suara yang besar, tubuh lebih berotot. Hormon yang dimiliki wanita juga dimiliki oleh pria, begitu pun sebaliknya. Namun rasio hormon dalam tubuh pria dan wanita sangat berbeda. Perbedaan rasio inilah yang membuat fisik pria dan wanita mutlak berbeda.

Secara biologis, siklus perubahan hormonal pada wanita juga diikuti perubahan psikologis pada wanita. Maka, kemudian ada istilah PMS (pre-menstrual syndrome) yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi. Wanita pun dianggap main 'perasaan'. Meski wanita didominasi estrogen dan progesteron, namun ia tetap memiliki hormon testosteron, mereka tetap memiliki hormon estrogen dan progesteron. Hanya saja porsinya yang tidak sama antara kita berdua. Misalnya, area pada tubuh wanita yang lebih besar terjadi penumpukan lemak adalah pada bokong, paha dan pinggul akibat hormon estrogen yang mendominasi. Sedangkan, pria cenderung mengalami kelebihan pada metabolisme lemak akibat testosteron yang justru membuat pria cenderung berlemak di area perut dan pinggang.

Otak kiri Vs Otak kanan

Sedangkan untuk otak, Dr.Roger Sperry dari California Institute of Technology, AS, yang juga pemenang nobel memiliki konsep yang mematahkan anggapan bahwa otak kiri pria lebih dominan dibanding otak kanannya. Sementara pada wanita justru sebaliknya. Konsepnya kini telah dipakai di sejumlah bidang seperti pendidikan hingga praktik medis.

Anda tidak mungkin hidup hanya dengan salah satu sisi bagian otak (hemisphere otak), yaitu kemampuan intuitive dan art (otak kanan). Keduanya memiliki fungsi yang sama pentingnya. Jika dipisahkan, maka hasilnya tidak akan sempurna. Tulang punggung dari ilmu pengetahuan adalah logika dan eksperimen. Sementara dasar seni adalah wawasan dan intuisi. Namun seni balet juga memerlukan akurasi matematis serta inspirasi geometris, sama pentingnya dalam menulis puisi.

Untuk mengetahui kemampuan aktif otak, berikut beberapa perbedaan otak kiri dan kanan pada manusia.

Otak Kiri:

1. Mengubah informasi yang didapat dari luar ke dalam bahasa
2. Lebih menyukai format tulisan
3. Membuat Anda lebih menggunakan logika
4. Verbal
5. Rasional
6. Pemikirannya lebih analitik dan sistematik
7. Kemampuan menghitung angka
8. Menyerap dan menyajikan informasi dengan perlahan
9. Logis dan teliti, menyerap informasi dengan hati-hati
10. Mampu memahami dengan cepat
11. Praktikal, bisa bekerja baik di kala stres

Otak Kanan:

1. Memproses informasi dari luar dengan sangat cepat dalam bentuk gambar
2. Lebih menyukai format gambar atau diagram
3. Intuitif
4. Visual
5. Non Rasional
6. Pemikirannya lebih sintetik/kreatif alias out of the box
7. Memiliki kemampuan matematis seperti program komputer di otaknya
8. Menyerap dan menyajikan informasi dengan lebih cepat
9. Intuitif dan refleks menyerap informasi dengan cepat tanpa diolah lagi
10. Mampu membaca dengan cepat
11. Emotional, dan tidak bisa bekerja cepat saat stres
12. Memiliki kemampuan melodi yang baik
13. Memiliki ingatan yang tajam
14. Memiliki kemampuan untuk menguasai banyak bahasa

Ini hanya mitos!

Berangkat dari konsep penemuan Dr. Roger Sperry, Anda dapat menyimpulkan sendiri bahwa sebenarnya kemampuan seorang pria dan wanita tidak dapat diasumsikan dari dominasi sisi otaknya saja. Baik pria maupun wanita tidak mungkin hidup dengan salah satu bagian otaknya saja.

Sebenarnya perbedaan otak pria dan wanita juga berkembang dari nenek moyang. Pria cenderung memiliki kemampuan lebih baik membaca peta, menentukan jarak serta menentukan sasaran dibanding wanita, salah satu penyebabnya lantaran sejak perkembangan zaman dulu, pria memiliki 'tugas sosial' untuk berburu dan membidik. Itu sebabnya, penglihatan serta pikiran pria jauh lebih fokus dalam 1 hal ketimbang wanita. Kemampuan wanita bermulti-tasking juga dipengaruhi 'kewajiban sosial'. Tugas wanita pada zaman purba adalah mengurus rumah, memasak, mengandung dan merawat anak.

Sebenarnya perbedaan pria dan wanita itu tercipta karena pengaruh sosial. Pengaruh sosial amat memberikan kontribusi terhadap perubahan biologis manusia. Misalnya, pria yang terbiasa dari kecil memiliki sifat pemimpin maka akan terbiasa tumbuh menjadi pemimpin. Namun tidak menutup kemungkinan wanita memiliki pola asuh seperti itu maka akan memiliki sifat serta tingkah laku seperti seorang pria," kata Dr. Suryo lagi.

Namun 'bapak' sosiologi dari Harvard University, AS, Edward O. Wilson menyatakan bahwa wanita memang cenderung memiliki empati, kemampuan sosial serta kemampuan verbal yang lebih tinggi dan lebih baik dibanding pria yang cenderung lebih mandiri, dominan, berkembang di kemampuan spasial serta matematika.

Maka, jangan heran jika wanita lebih 'bawel' ketimbang pria. Ini berhubungan kemampuan verbal. Wanita juga dikatakan lebih 'ribet' ketimbang pria pada soal detail dan ketelitian saat belanja. Ada alasan kuat pula, keberadaan parkir khusus wanita di mal. Kemampuan spatial-navigational wanita dinilai lebih buruk ketimbang pria. Harus diakui, untuk soal menyetir kendaraan bermotor, secara umum pria memang lebih baik daripada wanita.

Minggu, 25 Desember 2011

Self Adjusment (http://www.masbied.com)

Self Adjustment (Penyesuaian Diri)

1. Definisi Self Adjustment (Penyesuaian Diri)

Perilaku self adjustment atau penyesuaian diri pada dasarnya terbagi atas dua yaitu pertama adalah mengubah tingkah laku agar sesuai dengan lingkungannya dan yang kedua adalah mengubah lingkungan agar sesuai dengan tingkah laku (Sarwono, 1992).

Menurut Wolman (1973), pada kamus Behavior Science (dalam Bruno, 1977), Self Adjustment definisikan sebagai suatu kemampuan untuk mengharmonisasikan kepuasan pada satu kebutuhan dan permintaan yang berhubungan dengan fisik dan sosial. Penjelasan lain pada kamus ini mendefinisikan self adjustment sebagai suatu variasi dan perubahan pada tingkah laku tertentu untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan diri individu sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara individu dengan lingkungannya. Kata “harmonis” pada definisi di atas merupakan istilah praktis yang menggambarkan bagaimana seharusnya suatu penyesuaian dalam kehidupan yaitu keselarasan dan keserasian individu dengan lingkungannya, di mana jika lapar kamu makan, minum ketika haus, lari ketika kamu takut, menyelamatkan diri ketika badai datang, dan menjauhi orang yang tidak menyenangkan, dengan ini semua, seketika itu juga, seseorang dikatakan dapat menyesuaikan hidupnya dengan masyarakat dan dapat bertahan hidup.

Sedangkan Bruno (1977) mendefinisikan self adjustment sebagai suatu hubungan yang harmonis antara individu dengan lingkungannya ketika individu tersebut dapat bertahan dan berjuang dari hari ke hari yang dilaluinya.

Calhoun & Acocella (1990) mendefinisikan penyesuaian diri sebagai interaksi seseorang yang kontinyu dengan diri sendiri dengan diri orang lain dan dengan lingkungannya, ketiga faktor ini secara konstan mempengaruhi seseorang di mana hubungan tersebut bersifat timbal balik. Diri sendiri yaitu jumlah keseluruhan dari apa yang telah ada pada seseorang, tubuh orang tersebut, perilakunya, dan pemikiran serta perasaannya adalah suatu yang seseorang hadapi tiap detiknya, adapun orang lain, jelas bahwa orang lain berpengaruh besar pada seseorang, sebagaimana diri sendiri terhadap orang lain. Begitu pula dengan lingkungan kita yaitu penglihatan dan penciuman serta suara yang mengelilingi seseorang saat seseorang menyelesaikan urusannya.

Sedangkan Schneiders (1964) mendefinisikan self adjustment sebagai proses belajar memahami, mengerti dan berusaha melakukan apa yang diinginkan oleh individu maupun lingkungannya yang melibatkan proses mental, respon tingkah laku, frustasi dan konflik untuk mencapai suatu keharmonisan atas tuntutan dalam dirinya dan dunia di sekitarnya. Schneiders membagi self adjustment menjadi empat unsur yaitu (a) adaptation, atau adaptasi. Adaptasi merupakan penyesuaian yang dipandang sebagai kemampuan beradaptasi atau kemampuan untuk mengharmoniskan antara tingkah laku dengan lingkungannya karena orang yang melakukan penyesuaian diri dengan baik maka akan mempunyai hubungan yang memuaskan dengan lingkungannya. (b) conformity, penyesuaian diri yang sesuai dengan kriteria sosial yang berlaku, (c) mastery, artinya individu yang menyesuaikan diri dengan baik mempunyai kemampuan membuat rencana dan mengorganisasikan diri sehingga dapat menguasai dan menanggapi segala masalah dengan efisien, (d) individual variation, artinya ada perbedaan individual pada perilaku dan respon individu dalam menanggapinya.

Menurut Chaplin (1989), self adjustment merupakan variasi dalam kegiatan organisme untuk mengatasi suatu hambatan dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan, di mana hambatan yang dihadapi tersebut diatasi dengan mengubah tingkah lakunya sampai ditemukan reaksi yang bisa memberikan kepuasan.

Penyesuaian diri terhadap lingkungan akan diawali dengan stres, yaitu suatu keadaan di mana lingkungan mengancam atau membahayakan keberadaan atau kesejahteraan atau kenyamanan diri seseorang sehingga makin cepat individu menyesuaikan diri maka makin mengurangi stres yang berkepanjangan, di mana keharmonisan individu dan lingkungan merupakan hasil dari penyesuaian diri yang baik (Sarwono, 1992).

Jadi self adjustment adalah adanya keharmonisan antara individu pribadi dengan lingkungannya di mana individu dapat berinteraksi, bersosialisasi dan bertingkah laku yang tepat dengan lingkungannya.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Self Adjustment

Menurut Bruno (1977), self adjustment dipengaruhi oleh dua faktor yaitu:

  1. Faktor internal. Penyesuaian diri dilakukan oleh individu ketika secara fitrah, keinginan aktualisasi diri hadir untuk mengaktualisasikan pemahaman atau pemikiran-pemikiran terhadap lingkungan, hasil penelitian menunjukkan kalau individu dengan IQ rata-rata ke atas akan melakukan penyesuaian diri lebih baik, selain itu, keinginan biologis pada individu mendorong individu untuk melakukan penyesuaian diri.
  2. Faktor eksternal. Kehidupan individu tidak terlepas dari kehidupan sosial di mana masyarakat atau lingkungan individu tempati akan menuntut individu untuk melakukan penyesuaian diri.

Calhoun & Acocella (1990), berpendapat bahwa self adjustment dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu:

  1. Interaksi yang kontinyu dengan diri sendiri, yaitu sejumlah keseluruhan dari apa yang telah ada pada seseorang seperti tubuh, perilakunya, pemikirannya dan perasaannya adalah sesuatu yang seseorang hadapi setiap saat.
  2. Interaksi yang kontinyu dengan orang lain. Orang lain sangat berpengaruh besar pada seseorang.
  3. Interaksi yang kontinyu dengan lingkungan. Lingkungan akan memaksa seseorang untuk melakukan penyesuaian.

Ada beberapa faktor yang mendorong seseorang melakukan adjustment. Menurut Sarlito (1992) faktor-faktor tersebut meliputi:

  1. Kesadaran (awarness), yaitu individu menyadari akan kondisi lingkungan yang baru sehingga dapat segera mengubah tingkah laku agar sesuai dengan lingkungannya atau mengubah lingkungannya agar sesuai dengan tingkah lakunya. Kesadaran ini terdiri atas pengetahuan, kepercayaan dan norma-norma.
  2. Persepsi. Persepsi individu terhadap lingkungannya itu relative, di mana persepsi tercipta karena adanya interaksi yang terjadi antara individu beserta seluruh sifat-sifat pribadi dan pengalaman masa lampaunya dengan lingkungan di mana ia berada.
  3. Konflik penerimaan dan penolakan. Karena adanya konflik penerimaan ataukah penolakan pada individu dalam lingkungannya yang baru maka individu akan terdorong untuk bertingkah laku sesuai dengan lingkungannya.
  4. Motivasi. Adanya motivasi yang dirasakan individu berkenaan dengan lingkungannya membuat individu berusaha untuk melakukan adjustment. Menurut Schneiders (1964) motivasi terbagi atas dua yaitu:
  5. Conscious motivation atau motivasi yang disadari yaitu meliputi needs (kebutuhan), desires and wants (keinginan yang kuat), motives (alasan), interests (ketertarikan), attitudes (sikap), and goals (tujuan).
  6. Unconscious motivation atau motivasi yang tidak disadari yaitu meliputi feelings (perasaan), experience (pengalaman), wishes (harapan), instincts (insting), habit (kebiasaan), and mechanisms (pertahanan-pertahanan diri yang lain).

3. Aspek-aspek Penyesuaian Diri

Pada dasarnya penyesuaian diri memiliki dua aspek (Mu’tadin, 2002), yaitu:

  1. Penyesuaian Pribadi

Kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Ia menyadari sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya, apa kelebihan dan kekurangannya dan mampu bertindak obyektif sesuai dengan kondisi dirinya tersebut.

2. Penyesuaian Sosial

Setiap Individu hidup di dalam masyarakat. Di dalam masyarakat tersebut terdapat proses saling mempengaruhi satu sama ;lain silih berganti. Dari proses tersebut timbul suatu pola kebudayaan dan tingkah laku sesuai dengan sejumlah aturan, hukum, adat dan nilai-nilai yang mereka patuhi, untuk mencapai penyelesaian bagi persoalan-persoalan hidup sehari-hari. Dalam proses penyesuaian sosial individu mulai berkenalan dengan kaidah-kaidah dan peraturan-peraturan tersebut lalu mematuhinya sehingga menjadi bagian dari pembentukan jiwa sosial pada dirinya dan menjadi pola tingkah laku kelompok. Pertumbuhan kemampuan ketika mengalami proses penyesuaian sosial, berfungsi sebagai pengawas yang mengatur kehidupan sosial.

Jumat, 23 Desember 2011

Agnes Live in Concert - Krakatau Ballroom

Susahnya mencari sesuap hiburan di kota Semarang (maaf ya pak walkot, ini curahan hati). Walaupun awal2nya terkesan konser yang "aneh". Okey kalo ada dancer2 buat pembuka, tapi ini ada fashion show sgala. Dan yang ngga kalah aneh, ternyata ini acara launching satu komunitas yg menurut saya sedikit ngeblur komunitas apaan, yang katanya Violet Community -_-"

Jadwal acara di tiket jam 19.00. Mulai ga tau jam berapa, dengan pembuka yang ngga penting itu, Agnes nongol jam 21.00. Sampai mba cinta pengen melemparkan diri sendiri saking gemesnya #coleksonia :D Penonton dibagi jadi empat strata; VVIP, VIP, REGULER, dan TRIBUN. Saya dan teman2 saya?? ya tribunlah !! haha... tapi tetep seru lahh ya kitaaa... plus Agnes keren guysss ! #excited

Intip nih... !! tapi blum dapet photonya agnes karena kamera disita :(




































Ki-Ka: Daniel-Sonia-Joseph-Yudith-Christian

Sampai ketemu di keseruan2 kita selanjutnya! :D :D :D

Kamis, 22 Desember 2011

(still) On My Mind

Michael Buble - Always On My Mind

Maybe I didn't treat you
Quite as good as I should have
Maybe I didn't love you
Quite as often as I could have
Little things I should have said and done
I just never took the time

But you were always on my mind
You were always on my mind

Maybe I didn't hold you
All those lonely, lonely times
And I guess I never told you
I'm so happy that you're mine
If I made you feel second best
I'm sorry I was blind

You were always on my mind

Tell me that your
Sweet love hasn't died
Give me one more chance
To keep you satisfied
Satisfied

Little things I should have said & done
I just never took the time





















"When I talking that my heart was broken, I was talking about you darling."

Minggu, 18 Desember 2011

20111210

Tepatnya waktu itu adalah sebuah penawaran. Bukan tentang aku atau kamu. Melainkan penawaran tentang kita. Sesuatu yang cukup sederhana. Kamu terima, kita lanjutkan. Jika tidak, lupakan semua.

Sulit memang. Tapi itu semua pilihan.

Selasa, 13 Desember 2011

nemu di fb... :)

Wahai jiwa baik yang sedang terluka oleh kepalsuan dan ketidak-setiaan, dengarlah ini …

Sesungguhnya kesedihanmu itu tidak baru.

Lihat dan perhatikanlah hatimu lekat-lekat, dan beritahulah aku, apakah deritamu itu baru?

Sama sekali, kekecewaan dan lukamu itu, tidak baru.

Bukankah itu sebabnya ia demikian pedih? Karena ia adalah sodetan baru di atas robekan lama oleh kepalsuan yang belum selesai kau pulihkan dengan maafmu.

Sesungguhnya yang terluka adalah harapan baikmu. Karena engkau berharap bahwa hatimu yang pernah terluka itu, diperlakukannya dengan lembut, dengan sentuhan tersejuk dari cinta yang kau harapkan darinya.

Tak akan adil bagiku untuk mengkhotbahkan kekuatan sekarang, saat hatimu lebih membutuhkanku duduk di sebelahmu sebagai pendengar yang baik.

Mungkin lebih adil bagiku, untuk menundukkan wajahku bersamamu dalam doa dan harapan agar hatimu yang piatu itu diselamatkan, agar Tuhan tak membiarkanmu berlarut terhimpit antara kesampaian-hatinya untuk melukaimu, dengan kebaikan hatimu untuk berupaya setia bahkan kepada dia yang tak pantas menerima cintamu.

Marilah kita berdoa bersama, agar Tuhan melembutkan hati orang yang tak perduli dengan kesedihanmu, yang sedikit pun tak merasa kasihan melihat kesedihan di wajahmu yang menggelayut bersama tenggelamnya hatimu.

Atau jika bukan itu yang direstui oleh Tuhan, marilah kita memohon agar Tuhan menjadikanmu tegas untuk membebaskan dirimu dari cinta yang hanya ada pada hatimu, tapi yang tak terhubung dengan apa pun di hatinya yang dusta.

Engkau berhak untuk berbahagia.

Wahai jiwa baik yang dicintai Tuhan, cobalah jawab dengan seluruh kejujuran hatimu,

Sesungguhnya, apakah engkau berharap hanya kepada Tuhan, atau kepada manusia penista cinta.

Sesungguhnya, di dalam kebeningan hatimu, tersedia jalan keluarmu, jika engkau hanya berharap kepada Tuhanmu.

Mario Teguh - Loving you all as always